Portal Media Online

News

Peristiwa

Showbiz

LOKASI IKLAN

Foto

Video

28 Oktober, 2026

Audit Final, Temuan DD Sungai Rambai Bakal Dilimpahkan ke Polres Tebo

Inspektorat Kabupaten Tebo, Nafri Junaidi

TEBO - Inspektur Kabupaten Tebo, Nafri Junaidi menegaskan proses pemeriksaan audit Dana Desa (DD) Desa Sungai Rambai, Kec Sumay yang tengah berjalan saat ini memasuki tahap akhir.


Menurutnya, pihaknya sedang menyusun laporan final untuk merampungkan seluruh proses tersebut.

"Saat ini kami sedang berusaha untuk menyelesaikan proses tersebut. Kami sedang menyusun laporan final," tegas Nafri, Rabu (28/10/2026).

Nafri memastikan laporan temuan Dana Desa Tahun 2025 tersebut rampung dalam bulan Oktober ini. Jika tidak ada halangan, berkas akan langsung diserahkan ke Polres Tebo pada minggu depan.

"Insyaallah selesai. Selesai bulan Oktober ini. Kalau tidak ada halangan lain, minggu depan sudah kita serahkan ke Polres," pungkasnya.

Redaksi

Sah Saipul Ishak jadi Penguasa Desa Embacang Gedang Tabir

Proses Pilkades PAW desa Embacang Gedang Muara Tabir, Rabu, 28/10/26 berlangsung sukses

TEBO- Pemerintah Desa (Pemdes) Embacang Gedang, Kecamatan Muara Tabir, hari ini Rabu 28 Oktober 2026, menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) pergantian antar waktu (PAW) dan penetapan Kades terpilih periode 2026-2030.

Sebagaimana diketahui bahwa Albuzar, mantan Kades Embacang Gedang, telah diberhentikan dari jabatannya setelah di vonis 1,4 tahun penjara oleh pengadilan negeri (PN) Tebo, terkait kasus penambangan emas tanpa izin (Peti) pada Februari 2026 yang lalu. 

Mantan Kades Albuzar sebelumnya telah diberhentikan dan menjalani proses hukum. 

Sementara itu untuk mengisi kekosongan jabatan Kades, diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dari unsur pihak Kecamatan Muara Tabir, setelah dilakukannya penonaktifan pada akhir 2025 lalu. 

Camat Muara Tabir, Jufri, HR dihubungi via ponsel, Rabu 28 Oktober 2026, membenarkan, bahwa hari ini sedang berlangsung Pilkades PAW desa Macang Gedang,"ujarnya singkat. 

^Ya benar hari ini (Rabu,28/10/26,"red) pemilihan Kades Embacang Gedang (PAW)," kata Jupri meyakini.

Hingga berita ini ditulis Pilkades PAW desa Embacang Gedang tersebut diikuti oleh tiga calon antara lain nomor urut 1 Saipulah Ishak, Jangcik nomor urut 2 dan Anwar Aprizal nomor urut 3.

Perolehan suara terbanyak dari tiga calon tersebut diraih oleh Saipul Ishak. 

Redaksi

4 bulan Berkonflik, Warga Puntikalo Minta Polda Berantas PETI Teluk Langkap

Warga Puntikalo Stres, Puluhan Rakit Dompeng Warga Teluk Langkap Masuk ke Desa Puntikalo

TEBO - Sudah 4 bulan konflik warga Desa Puntikalo dengan Desa Teluk Langkap tak kunjung reda. Masyarakat Desa Puntikalo sudah muak dan stres dengan persoalan tersebut. Pasalnya mulai dari penangkapan rakit dompeng, blokade jalan, rapat antar tokoh masyarakat hingga penindakan oleh polisi tapi semuanya menemukan jalan buntu.

Bahkan penindakan oleh sejumlah aparat dengan membakar rakit dompeng tak membuat jera warga Teluk Langkap. Bisa dipastikan ada puluhan jumlah rakit dari Desa Teluk Langkap masuk ke wilayah Puntikalo. Ini terjadi pasca sungai di wilayah Desa Teluk Langkap sudah habis di dompeng dan sudah tidak ada potensi kandungan emasnya.

"orang tu (rakit teluk lagkap) hampir tiap hari masuk. sekali masuk bisa sampe 10 rakit,"kata warga Putikalo yang enggan disebutkan namanya.

Kata sumber menyebutkan, pola operasi rakit Teluk Langkap yang akan masuk ke desa Punti Kalo yakni bertahap. 3 rakit mulai coba masuk, selanjutnya menyusul 10 rakit dibelakang. Upaya pengusiran sudah kerap dilakukan warga Puntikalo, namun 2 jam berikutnya masuk kembali. "macam tu terus orang tu bang. yang lebih nekat lagi, antara jam 02.00 hingga 05.00 ketika warga Puntikalo terlelap tidur, mereka beroyotan masuk," terang sumber meyakini.

Kendati demikian warga Puntikalo berharap persoalan konflik PETI di desa Puntikalo dan Teluklangkap cepat usai. Warga meminta Kapolda Jambi cepat merespon konflik PETI yang tak kunjung usai ini. "mohon pak Kapolda tertibkan aktivitas PETI di Desa Teluk Langkap ini. karena sudah meresahkan. bukan cuma konflik sosial, tapi dampak dari dompeng lainnya ialah kerusakan lingkungan," pintanya.

Redaksi

27 Oktober, 2026

Dibina dan Bikin Perjanjian, Langgar Siap Pindah Sekolah

Plh Kepala Sekolah SMKN 1 Tebo, Joni Afrizal

TEBO - "Sudah kita panggil murid dan orang tuanya. Selanjut kita kasih pembinaan. Sebagai pertimbangan kita minta untuk membuat surat perjanjian, dan apabila melanggar  kita kenakan sanksi siap dikeluarkan dari sekolah," tegas Joni Afrizal, Plh Kepala Sekolah SMKN 1 Tebo, kepada media, Selasa (27/10/26).


Joni bilang, pasca viralnya beberapa siswa SMKN 1 Tebo terlibat geng motor dimedia sosial, pihaknya langsung memanggil dan meminta siswa untuk bertobat. " kita minta mereka juga menyerahkan sajam (senjata tajam) untuk kita musnahkan. Menurut mereka, bisa ikut-ikutan geng motor ini lantaran diajak oleh seniornya dulu pernah jadi eks siswa SMKN 1 Tebo," tuturnya meyakini.

Apresiasi juga Joni sampaikan kepada pihak Polsek dan Polres yang sudah merespon berita viral tersebut. penindakan lebih ditekankan kepada pembinaan disiplin serta berjanji tidak ikut dalam geng motor.

"terima kasih pak kapolsek dan jajarannya, terima kasih Kapolres dan jajarannya sudah melakukan pendekatan secara humanis  ini bisa jadi perhatian pihak sekolah," tuturnya.

Redaksi

25 Oktober, 2026

Polisi Amankan Sejumlah Siswa SMKN 1 Tebo Diduga Gangster

 

Sejumlah siswa SMKN 1 Tebo diduga gangster diamankan Polisi

TEBO - Pada hari Jum'at tanggal 23 Oktober 2026 Pukul 10.30 Wib Piket Fungsi Polres Tebo bersama Polsek Tebo Tengah mengamankan sejumlah siswa yang diduga Gangster di SMK N 1 Tebo

Adapun barang bukti yang di amankan 4 buah Senjata tajam jenis 3 buah Celurit dan 1 buah Sisir gergaji.

Menurut pengakuan dari siswa yang diamankan tersebut 
Pada bulan September lalu berdasarkan video geng motor yang viral di Kabupaten Tebo, kelompok Geng Barat Enjoy menerima ajakan/tantangan dari kelompok geng motor asal Kabupaten Bungo untuk melakukan aksi tawuran di area Pal 12, namun tawuran tersebut batal terjadi.

Pukul 11.30 Wib Para siswa membuat surat pernyataan untuk tidak terlibat kembali ke dalam kelompok gangster di Kab. Tebo, didampingi oleh orang tua masing-masing.

Kapolsek Tebo Tengah,Iptu Rhomadian membenarkan, anggota telah mengamankan sejumlah siswa SMKN 1 Tebo yang diduga merupakan kelompok gangster. 'iya benar anggota kita, baik dari Poksek Tebo Tengan dan Polres Tebo sudah mengamankan sejumlah siswa SMKN 1 Tebo beserta barang bukti berupa sajam," terang Kapolsek.

Redaksi

21 Oktober, 2026

Orang Tua Lapor Polisi Gegara Tak Terima Anaknya Disetubuhi Pacar

 

Pelaku Persetubuhan JH Diamankan Polisi Guna Mempertanggung jawaban perbuatannya

TEBO - Seorang remaja 18 tahun inisial JH ditangkap polisi karena nekat menyetubuhi pacarnya yang masih berusia 17 tahun.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Very Frasetyawan mengatakan remaja inisial JH ditangkap di salah satu rumah Rabu (20/10/26)..

Penangkapan bermula ketika orang tua korban mengetahui anaknya tidak berada di tempat magang di Kota Jambi.

Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, saat pelapor menjemput anaknya yang sedang menjalani magang di Kota Jambi. 

Namun, setibanya di lokasi, pelapor mendapati anaknya sudah tidak berada di tempat magang. Pelapor kemudian mencoba menghubungi nomor telepon anaknya, tetapi tidak aktif. 

Merasa khawatir, pelapor selanjutnya mendatangi Polresta Jambi untuk meminta bantuan guna mengetahui keberadaan anaknya.
Setelah dilakukan penelusuran, keberadaan anak pelapor diketahui berada di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. 

Pelapor kemudian menuju Polsek Rimbo Bujang untuk melakukan pencarian. Petugas akhirnya menemukan korban di Jalan 21, Desa Perintis, tepatnya di rumah terlapor. Saat dimintai keterangan, korban mengaku telah disetubuhi oleh terlapor. 

Atas kejadian tersebut, pelapor merasa dirugikan dan melaporkannya ke Polres Tebo untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Very Prasetyawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku setelah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut. Terduga pelaku berinisial JH, yang masih berusia 18 tahun dan merupakan warga Kecamatan Rimbo Bujang, kini telah ditahan di Polres Tebo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"pengakuan pelaku (JH), ini dilakukannya sebanyak dua kali kepada pacarnya," sebut Kasat.

Atas dugaan perbuatannya, JH disebut dikenakan Pasal 473 ayat (2) huruf b KUHP dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara serta Pasal 415 huruf b KUHP dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara. Meski demikian, proses hukum masih berjalan dan status JH sebagai terduga pelaku harus tetap dihormati sesuai asas praduga tak bersalah.

Redaksi

Mas Agus jadi Inovasi Cegah Stunting Melalui S4 GENTING

 

Mas Agus Luncurkan Inovasi cegah stunting, melalui S4 GENTING

TEBO – Dua tahun pemerintahan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, SE, MM dan Wakil Bupati Nazar Efendi, SE, M.Si menghadirkan inovasi dalam penanganan stunting melalui S4 GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Inovasi ini menjadi terobosan Agus-Nazar dalam mengubah kepedulian ASN menjadi gerakan gotong royong yang terstruktur, berjenjang dan tepat sasaran. Bukan sekadar program bantuan, S4 GENTING menempatkan ASN sebagai bagian langsung dari upaya membantu keluarga berisiko stunting.

Diluncurkan sejak November 2025 melalui SK Bupati Tebo tentang Inovasi Daerah Penanggulangan Stunting, S4 GENTING mengusung konsep sederhana yang mudah dilakukan:

S1 – Segenggam Beras
S2 – Sebutir Telur
S3 – Sekotak Susu
S4 – Seribu Uang.

Kontribusi tersebut dikumpulkan dan disalurkan kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta balita gizi kurang yang telah terdata by name by address oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan. Camat menjadi Bapak Asuh Kecamatan, sementara kepala desa dan lurah menjadi Bapak Asuh Desa/Kelurahan, sehingga intervensi dapat menjangkau keluarga sasaran hingga pelosok.

Setiap tanggal 17, bertepatan dengan Hari Kesadaran Nasional (HKN), pengumpulan bantuan S4 GENTING dilakukan di lingkungan perangkat daerah. Beras, telur, susu dan uang yang terkumpul kemudian disalurkan untuk membantu keluarga yang membutuhkan.

Raih Penghargaan, Melangkah ke Tingkat Nasional

Komitmen dan inovasi S4 GENTING mendapat pengakuan melalui penghargaan dari BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi. Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kabupaten Tebo untuk terus memperkuat gerakan gotong royong dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Tak berhenti di tingkat provinsi, S4 GENTING kini juga sedang mengikuti Genting Award Nasional Tahun 2026. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi daerah Kabupaten Tebo di tingkat nasional sekaligus menunjukkan bahwa gerakan sederhana berbasis kepedulian ASN dapat menjadi pendekatan yang berarti dalam mendukung penanganan stunting.

Sederhana, tetapi Menggerakkan Banyak Orang

Kekuatan inovasi ini terletak pada kesederhanaannya. Agus-Nazar mengonsolidasikan kontribusi kecil dari banyak ASN menjadi dukungan nyata bagi masyarakat, tanpa menjadikan besarnya anggaran sebagai satu-satunya tumpuan untuk bergerak.

Berdasarkan data Dinas PPKB Kabupaten Tebo, jumlah Keluarga Berisiko Stunting yang telah diverifikasi pada 2025 mencapai sekitar 22 ribu keluarga. Dari dua kali pelaksanaan S4 GENTING dalam satu tahun berjalan, hampir 300 keluarga telah mendapatkan manfaat. Cakupan ini masih terus diperluas karena masih banyak keluarga berisiko yang belum terfasilitasi.

Berjalan Bersama Percepatan Penurunan Stunting

S4 GENTING menjadi salah satu bagian dari upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Tebo.

Pada awal pemerintahan Agus-Nazar tahun 2025, prevalensi stunting Tebo tercatat 24,2 persen. Berdasarkan data yang disampaikan, pada Agustus 2026 angka tersebut berada di 0,4 persen. Cakupan kunjungan balita ke Posyandu juga meningkat dari 77 persen pada 2025 menjadi sekitar 94 persen pada 2026.

Bagi Agus-Nazar, pembangunan manusia merupakan bagian penting dari visi Tebo Cerdas, Sehat dan Sejahtera.

“Infrastruktur penting, tetapi manusia jauh lebih penting. S4 GENTING bukan hanya program dinas, melainkan gerakan kemanusiaan,” demikian semangat yang diusung dalam inovasi tersebut.

S4 GENTING menjadi bukti bahwa inovasi daerah tidak selalu harus mahal. Melalui kepedulian yang dikonsolidasikan, kontribusi kecil dapat menjadi gerakan bersama untuk membantu keluarga dan memperkuat upaya penanganan stunting.

Agus-Nazar menggerakkan ASN, ASN menguatkan kepedulian, dan gotong royong menjadi kekuatan Tebo menuju Zero Stunting.

Sumber : Kominfo

17 Oktober, 2026

Polisi Temukan Empat Paket Sabu di Tegah Kebun Warga

Polisi Grebek Sarang Narkoba di Kebun Warga

TEBO – Operasi gabungan Opsnal  Satnarkoba, Satintelkam Polres Tebo dan Posek Tebo Ulu menggerebek lokasi diduga sebagai sarang narkoba  jenis sabu. Gubuik yang  dijadikan tempat transaksi dan pesta narkoba berada di tengah kebun warga, tepatnya di RT 01, Teluk Pandan, Desa Rambahan, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Tebo, Jeky. Petugas melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba. Dalam operasi tersebut, petugas membongkar dan memusnahkan sebuah gubuk yang berada di lahan pertanian milik warga dan diduga digunakan sebagai tempat berkumpul untuk mengonsumsi narkoba.

Saat dikonfirmasi, Kabag Ops Polres Tebo, Jeky, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya membersihkan lokasi yang diduga menjadi sarang penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Menurutnya, operasi itu dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi Kapolri.

Jeky menjelaskan, dari hasil pemeriksaan di lokasi pertama, petugas tidak menemukan barang yang diduga narkotika. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemusnahan terhadap gubuk yang diduga dijadikan tempat pesta sabu-sabu. Setelah itu, tim bergerak menuju Desa Bambu, tepatnya di Dusun Ladang Panjang, untuk melakukan pemeriksaan serupa.

Di lokasi kedua, petugas kembali menghancurkan sebuah tempat yang diduga dijadikan sebagai markas penyalahgunaan narkoba. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan empat paket kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu. 

Temuan tersebut menjadi bagian dari upaya penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Tebo. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pihak yang diduga memiliki barang tersebut maupun perkembangan penanganan kasusnya.

Redaksi

Wabup Tebo Lepas Anggota Paskibraka Kabupaten Tebo untuk Ikuti Study Edukasi Tahun 2026

 

Wabup Tebo Lepas Paskibra Tebo study Edukasi

TEBO — Wakil Bupati Tebo melepas keberangkatan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tebo Tahun 2026 untuk mengikuti kegiatan study edukasi. Pelepasan berlangsung di halaman Rumah Dinas Wakil Bupati Tebo, Sabtu (17/10).

Kegiatan study edukasi ini menjadi kesempatan bagi anggota Paskibraka untuk menambah wawasan, memperluas pengalaman, serta memperoleh pengetahuan baru di luar lingkungan sekolah maupun kegiatan pelatihan yang telah diikuti.

Redaksi

Penertiban PETI di Desa Teluk Pandak, Dihadang Pasukan Berdaster

  

Pasukan berdaster emak-emak di Desa Teluk Pandak hadang polisi saat penertiban PETI, Sabtu (6/10/26)

TEBO - Pemandangan tak lazim terlihat saat anggota polisi dari Polres Tebo dan Polsek Tebo Tengah menggelar operasi penertiban PETI di Desa Teluk Pandak Kec Tebo Tengah, Sabtu, (16/10/26). Pasalnya puluhan anggota polisi saat hendak patroli ke lokasi PETI, sontak dikagetkan dengan penghadangan sejumlah pasukan berdaster (emak-emak). Operasi penertiban PETI ini Untuk menindaklanjuti instruksi Kapolres Tebo tentang Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

"pak polisi ke ilir, kami ikut jugo ke ilir. pokoknyo pak polisi terjun ke aek kami ngikut jugolah," sebut emak-emak dengan lantang.

Emak - emak yang memakai pakaian serba kuning, sedianya menunggu anggota di pinggir jalan. Yqng hendak ke Sungai Batanghari hingga masuk kedalam wilayah Desa Teluk Pandak.

Kapolsek Tebo Tengah Iptu Rhomadian mengaku, mereka menolak penertiban yang dilakukan anggota. Namun tetap mengecek ke Sunga Batanghari, dan ternyata tidak ada lagi rakit. Hanya ditemukan galon yang mengambang. Saat pengecekan pun, emak - emak itu juga ikut anggota untuk itu dilakukan himbauan.

"Kita ke sana tidak ada lagi dompeng sehingga himbauan disampaikan ke ibu - ibu itu, agar tidak mendompeng karena merusak lingkungan," ungkapnya. Sabtu (17/10/2026).

Kendati demikian, tampaknya mereka tetap menolak saat diberi himbauan dan berkilah untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari. Sehingga, anggota kembali ke kantor Polres Tebo.

Redaksi




15 Oktober, 2026

Wabup Tebo Kukuhkan Pengurus Gerakan Pramuka Kecamatan Tebo Tengah

 

Wabup Kukuhkan Gerakan Pramuka Tebo Tengah

TEBO — Wakil Bupati Tebo menghadiri pengukuhan Pengurus Gerakan Pramuka Kecamatan Tebo Tengah yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo, Kamis (15/10).

Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepengurusan dan meningkatkan peran Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda, khususnya dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan.

Melalui kepengurusan yang dikukuhkan, Gerakan Pramuka diharapkan semakin aktif menjalankan program pembinaan yang edukatif dan bermanfaat bagi peserta didik serta masyarakat.

Redaksi

Puntikalo Vs Teluk Langkap, Rakit Dibakar Satu Warga jadi Korban

 

Kesal langgar kesepakatan, warga bakar rakit dompeng

TEBO - Kembali konflik penolakan aktivitas penambang emas tanpa izin (Peti) atau Dompeng Sungai yang beroperasi di sungai Batanghari, antara warga desa Puntikalo dan Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

Peristiwa tersebut menurut informasi di dapat terjadi sekira pukul 11.45 Wib namun hingga sekira pukul 13.30 Wib, pada Kamis 15 Oktober 2026, di duga massa dari Puntikalo membakar satu rakit Peti, setelah mesinnya dipreteli terlebih dulu. Bahkan menurut informasi terdapat korban satu orang dilarikan ke rumah sakit. 

Sementara itu Kades Puntikalo, Faharizal membenarkan, peristiwa pembakaran rakit Peti oleh warga,"ujarnya dihubungi via ponsel, Kamis 15 Oktober 2026.

Faharizal menjelaskan, rakit yang di bakar warga dalam keadaan sedang beraktivitas telah memasuki wilayah desa Puntikalo. 

Dikatakannya, dengan kejadian hari ini rencananya, ungkap Faharizal, masyarakat akan kembali rapat untuk menegaskan barang bukti yang didapat apakah diserahkan ke Polsek atau Polres atau kemana.

Masyarakat menekankan kepada Kades Teluk Langkap untuk bertanggungjawab dan bertandatangan terhadap aktivitas Peti yang sudah melanggar kesepakatan untuk menarik mundur Rakitnya. 

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak penegak hukum setempat terkait dengan peristiwa tersebut. 

Redaksi

Edukasi

Politik

Teknologi