Gelombang Mutasi di Polres Tebo, 13 Perwira Bergeser Berikut Daftarnya
TEBO - Tim Opsnal Satnarkoba Tebo berhasil amankan 12 pelaku narkoba. Ini sejak dilakukannya operasi sikat dari tanggal 9 Oktober hingga Nopember.
Dari operasi sikat yang digelar Satnatkoba Tebo, sebanyak 292,0 gram lebih barang bukti sabu diamankan, uang sebanyak 11 juta, senpi rakitan dan banyak lagi.
"total ada 12 tersangka, diantarnya 11 laki-laki dan seorang perempuan. dari semuanya lokasi peredarannya 6 di Tebo Ilir, 3 di Tebo Tengah sisanya di Rimbo Bujang, ujar Kasat Narkoba IPTU Dumyanti.
Kasat menuturkan, pihaknya juga baru saja menangkap salah satu oknum wartawan dari media onlen. oknum tersebut kata dìa membawa 5 gram sabu. " dia mengaku sebagai kurir. tugasnya mengantar barang pesanan. ini lagi proses penyidikan dan pengembangan," sambung kasat.
Sementara itu, pihaknya masih terus mengungkap jaringa narkotika yang ada di kabupatem Tebo.
Redaksi
Sikahturahmi Polres Tebo dan SAD, 14 pucuk kecepek diserahkan
TEBO - Sinergi kepolisisan Resort Tebo dengan Suku Anak Dalam (SAD) makin terjaga. Ini dibuktikan dengan giat silahturahmi yang digelar di Aula Makopolres Tebo, Rabu (4/11/26).
"Silahturahmi ini bertujuan untuk menjaga kondusifitas wilayah Tebo dari beragam konflik. kita (Polres), Forkopimda dan SAD bersinergi serta berkomitmen saling menjaga kondisi wilayah Tebo," sebut Kapolres Tebo, AKBP Triyanto usai menggelar silahturahmi.
"Alhamdulilah dari komitmen bersama ini, SAD telah menyerahkan 14 buah pucuk kecepek sebagai antisipqsi munculnya konflik sosial," timpalnya.
Terpisah Syahrial pendamoing SAD di Kabupaten Tebo menuturkan, giat silahturahmi bersama Polres Tebo ini dihadiri 3 Tumenggung yang ada di Kabuoaten Tebo, diantaranya Tumenggung Ngadap dari Tanah Garo, Tumenggung Apung dari Muara Kilis dan SAD Tumenggung dari VII Koto.
"memang sebagian ada yang tidak hadir dikarenakaan hujan. Namun Alhamdulilah semua Tumenggung yang kita bawa ada utusan atau perwakilan," kata Iyal biasa disapa.
Dirinya menjamin kelompok SAD yang ada di Kabupaten Tebo tidak akan terprovokasi oleh ajakan atau hasutan oleh oknum-oknum yang sengaja ingin membuat gaduh.
Redaksi
TEBO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tebo bersama Polsek Muara Tabir melakukan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan mesin dompeng di Desa Tambun Arang, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi, Kamis (05/11/2026).
Kegiatan penindakan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Very Prasetyawan, didampingi Kapolsek Muara Tabir, IPTU Bambang Widodo, bersama sejumlah personel gabungan yang turun langsung ke lokasi aktivitas PETI.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Very Prasetyawan mengatakan bahwa penindakan dilakukan sebagai bentuk upaya kepolisian dalam menertibkan aktivitas penambangan emas ilegal yang masih beroperasi di wilayah Kabupaten Tebo.
"Dalam kegiatan hari ini, kita melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI yang berada di Desa Tambun Arang, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo," ungkap AKP Very Prasetyawan.
Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan untuk aktivitas PETI. Sementara itu, beberapa rakit dompeng yang ditemukan di lokasi dimusnahkan dengan cara dibakar.
Petugas tidak menemukan pekerja di lokasi karena diduga telah melarikan diri saat mengetahui kedatangan aparat kepolisian. "Untuk barang bukti sudah kita amankan di Polres Tebo. Dalam kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan aman," tutup Kasat Reskrim.
Redaksi
TEBO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo melalui bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) tengah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pembiayaan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Koperasi Maju Bersama. Dalam proses penyidikan tersebut, pihak kejaksaan telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Ketua Koperasi Maju Bersama, Azri.
Kasi Pidsus Kejari Tebo, Novy Saputra, SH, saat dikonfirmasi pada Kamis (29/10/2026), membenarkan adanya pemeriksaan saksi-saksi serta kegiatan pemeriksaan langsung di lapangan. Menurut Novy, proses penyidikan masih berjalan dan pihaknya terus mengumpulkan keterangan untuk mendalami perkara tersebut.
“Sudah banyak saksi yang kita mintai keterangan, dan masih ada juga yang belum,” ungkap Novy Saputra.
Ia menambahkan, pemanggilan saksi-saksi telah dilakukan pada Jumat dan Sabtu pekan sebelumnya. Namun, pihak kejaksaan belum merinci jumlah keseluruhan saksi yang telah diperiksa maupun materi pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua Koperasi Maju Bersama, Azri, menjelaskan bahwa koperasi yang dipimpinnya memperoleh izin Hutan Tanaman Rakyat melalui perubahan status kawasan hutan produksi (HP) menjadi HTR pada 2010. Ia menyebutkan luas izin yang diperoleh mencapai 226.374 hektare. Azri juga menerangkan bahwa koperasi pernah mengikuti program pembiayaan yang dicanangkan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (Pusat P2H).
Menurut Azri, pihaknya mengajukan pembiayaan kepada kementerian terkait, kemudian dilakukan evaluasi terhadap lokasi kegiatan. Setelah proses tersebut, dibuat perjanjian pembiayaan di hadapan notaris di Muara Bungo. Ia menyebut pembiayaan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan pada sekitar 300 hektare lahan, dengan nilai kurang lebih Rp 8 juta per hektare, untuk kebutuhan penebasan lahan (stacking), pembibitan, dan pemeliharaan tanaman.
Azri mengakui bahwa kewajiban pembayaran pinjaman seharusnya mulai dilakukan pada 2019. Namun, menurut keterangannya, terdapat kendala teknis di lapangan dan persoalan penyertaan dana kepada koperasi. Ia menyebut koperasi baru melakukan dua kali penyetoran, masing-masing sebesar Rp 6 juta dan Rp 5 juta.
Selanjutnya, penagihan pinjaman dilimpahkan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Jambi. Azri menyebut nilai pokok utang yang harus diselesaikan sekitar Rp1,4 miliar dan mengakui belum ada pembayaran lanjutan hingga muncul ancaman penyitaan barang.
Terkait pemanggilan oleh Kejari Tebo, Azri mengatakan dirinya hadir untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan tersebut. Ia menilai persoalan yang dihadapi koperasi merupakan masalah utang-piutang yang seharusnya diselesaikan melalui ranah perdata, bukan tindak pidana korupsi. Meski demikian, proses hukum masih berjalan dan penentuan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.
Redaksi
TEBO - Kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Tebo akhirnya memasuki babak akhir.
TEBO - Inspektur Kabupaten Tebo, Nafri Junaidi menegaskan proses pemeriksaan audit Dana Desa (DD) Desa Sungai Rambai, Kec Sumay yang tengah berjalan saat ini memasuki tahap akhir.
Proses Pilkades PAW desa Embacang Gedang Muara Tabir, Rabu, 28/10/26 berlangsung sukses
Warga Puntikalo Stres, Puluhan Rakit Dompeng Warga Teluk Langkap Masuk ke Desa Puntikalo
Plh Kepala Sekolah SMKN 1 Tebo, Joni Afrizal
TEBO - "Sudah kita panggil murid dan orang tuanya. Selanjut kita kasih pembinaan. Sebagai pertimbangan kita minta untuk membuat surat perjanjian, dan apabila melanggar kita kenakan sanksi siap dikeluarkan dari sekolah," tegas Joni Afrizal, Plh Kepala Sekolah SMKN 1 Tebo, kepada media, Selasa (27/10/26).
Subscribe di situs ini untuk mendapatkan update berita terbaru